Kamis, 20 Maret 2014

Pelan-Pelan Saja

Kutemukan sebuah rangkaian benang untuk merangkai kisah lucu malam ini, benang itu hidup, ingin dirajut menjadi sebuah cerita. Dan setelah dengan baik hati aku mengabulkan keinginannya, benang itu pun bercerita....

Beginilah kisahnya :

"Lantunan musik melow menemani perjalanan malam ini.

Ku tahu kamu pasti rasa, Apa yang ku rasa. Ku tahu cepat atau lambat, Kamu kan mengerti...
Lirik lagu Kotak - Pelan-pelan Saja bagian awalnya begitu menggugah hati.

Ehm, Kusadari kodratku sebagai manusia biasa, hanyalah makhluk tak sempurna yang kadang susah mengurai rasa dengan kata-kata. Apalagi untuk mengatakan hal-hal rumit langsung didepan wajahmu, melalui tulisan pun rasanya tangan ini terlalu berat...

Terkadang sebuah "R A S A" muncul dengan dramatis. maksudnya, kisah yang terjadi saat menghasilkan rasa.. Begini, pernahkan kamu merasa ada sesuatu yang aneh dengan perasaanmu saat melihat seseorang atau sesuatu ? Hanya 2 yang muncul, suka atau benci. atau rasa-rasa yang mendekat ke-kedua itu.

Begitulah, ketika rasa suka muncul, kau pasti akan berusaha mencari tau segala hal tentang sesuatu tersebut, kau berjuang, tak peduli tenagamu habis, hingga kau mendapatkan kepuasanmu akan hal itu.

Ah, ini rasa ternyata hanya tertitip sebentar saja oleh Tuhan, tiba-tiba datar, entah karena halangan dari sesuatuku, atau karena responmu yang berlebihan tentang ini dan membuatku takut.

Ahahaha, lucu. Perlu kau tau bahwa Kami masih seperti nelayan, menebar jaring mencari ikan. Kami masih senang menyukai dalam batas admire, masih mengagumi saja, tak ingin memiliki dan dimiliki. Alasannya? tak lain karena tantangan hidup kami belum selesai. Tak ada kan orang yang sedang balapan mobil atau sedang bertanding bola berleha-leha sebelum pertandingan usai ? Dan semua orang berharap menang kan ? INI PRINSIP HIDUP, TAK MUNGKIN DAPAT DIGANGGU GUGAT GAGAT GEGOT !

Hati bila dipaksakan, Pasti takkan baik. Pantasnya kamu mencintai, Yang juga cintai dirimu, Cuma kamu...
Lirik lagu berlanjut.

Ini hati, punya masa lalu. Sesungguhnya punya kenangan yang masih menari-nari sampai hari ini, tentu ada yang tak bisa dilupakan sekalipun kau berusaha mengganti posisi itu. P E R C U M A, itu hanya akan membuatmu berjuang sendiri, ah aku tak tegaaaa....

Aku.. tak berharap kau meletakkan aku menjadi yang spesial. Jika sudah terlanjur lebih baik kau ubah saja peletakan itu.
Aku.. takut kau jatuh terlalu dalam, makanya kini aku berusaha bangunkan kau pelan-pelan supaya kau tak terkejut, supaya nyawa mu bisa kembali dengan damai ke kehidupan nyatamu.
Aku.. ingin mundur.
Aku. . . . .
Ah, semoga kau peka, SAHABATKU.

Makanya, jangan mau bermain api jika tak mau mendulang asap. Jangan mau berperang jika tak ingin terluka, jangan menembus hutan terlarang jika tak ingin bertemu siluman manusia berbadan kuda, dan jangan menonton film horor jikalau kau takut dengan hantu"

Ouch, jarum dari rajutan benang itu mengenai tanganku, ternyata aku tertidur saat merajut benang biru itu, ternyata benang itu sudah selesai bercerita dan berujung kusut. Ckckck.. kasihan.. :D

Sekian cerita abstrak kamis malam ini,
jika mengerti anggukkan kepala,
jika tak mengerti maka diam-diam saja,
jika paham maka resapilah. :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your attention to read my blog article.
Please leave your comment here. ^_^