Rabu, 19 Maret 2014

Antara Remaja, Cinta, Hidup dan Kita

Selamat malam wahai kau aroma kehidupan yang nafasnya masih dapat kunaik-turunkan didalam diafragma dadaku...

Gejolak hidup seperti roller coaster terus berjalan menghantam kerikil, batu, maupun pelangi.

Takdir hidup memang tak bisa diubah, namun nasib bisa.

Hari ini aku berdiri dibawah matahari yang berbeda dengan 5 atau 10 tahun yang lalu. Matahari yang menyongsong kedewasaan usia. Matahari yang memaksa kita untuk tumbuh besar.

Jadi orang (hampir) dewasa itu menyenangkan, namun sepertinya tantangan hidup semakin berat saja. Tetap bisa bermain dengan teman namun terasa tak imut-imut lagi, Tetap bisa menghisap lollipop namun tak terlihat polos lagi. Sudah dewasa kata orang.

Ohoh, kita masih disebut remaja.
Masa pencarian jati diri katanya.
Eh kebanyakan juga bilang masa pencarian cinta, cinta-cintaan, cinta kera, cinta rasa coklat stroberi vanila.
Masa-masa yang tak boleh dianggap serius.

Ternyata akan datang masa setelah (remaja) ini, masa dimana tingkat pemikiran semakin matang, cieelaah, Dewasa nih ceritanya. Tua lu, tua...

Ibu dan Ayah hanya memberi kode saja, rambu-rambu jalan, ke kanan atau ke kiri, ke atas atau ke bawah. Celakanya, kau dipastikan tak akan mendapat hidayah jika melanggar perkataan mereka. Orang tua itu wali Tuhan, bung. Jika ingin hidup selamat, patuhilah mereka. Toh untuk mengangguk tak membutuhkan energi sebanyak mengeleng-gelengkan kepala, kan?

Orang tua tau dan mengerti bahwa masa-masa seperti kita sekarang adalah masa yang mejadikan "cinta" sebagai topik paling hangat, lucu, dan membahagiakan. Masing-masing ingin membanggakan love story nya, dari yang cuma naksir diam-diam bego sampai yang berani nyatain, dari yang cuma pdkt untuk iseng, dari yang cuma tebar jaring lalu kabur, dari yang sok-sok cinta sejati pas putus jadi musuh sejati, dari yang galau makan bantal gigit kasur, duh macam-macam.. -_-

Namun lucu, diantara sekian banyak cinta-cintaan, pasti ada (satu) cinta yang terasa bijak, terasa dewasa. Tapi mohon maaf saja ini remaja, menanggapi dengan serius, ya seriusnya remaja, anak kemarin sore, daun hijau di pucuk pohon, masih bercinta dengan kera. Hei padahal kita sudah diambang batas tahap remaja akhir, sudah hampir dewasa. Sudah juga harusnya memikirkan keseriusan. Tetapi ingat, dewasa bukan diukur dengan umur.

Sampai pada akhirnya dari obrolan lepas kami, burung-burung bijak mengungkap kata yang pernah mereka ucapkan untuk sebuah cinta (rumit) yang dihadapi nya yang mungkin ada yang sedang sama dengan kita. kan love story nya gak melulu yang indah-indah aja, seindah pahanya cabe-cabean dalam camera360. uuu...

"cinta memang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Namun kita masih terlalu muda untuk menetapkan satu bintang pada satu malam. Pun belum saatnya. Mama papa masih larang, bukan tak boleh, bukan mereka tak suka, mereka hanya terlalu sayang sama kita, tak ingin dibiarkannya kita gagal sebelum sukses, tak sedikit cerita orang gagal karena suka bermain cinta. Memang kata orang cinta bisa bikin semangat, iya bagi yang mampu mengendalikan, tapi kebanyakan (remaja) kebablalasan, lupa tujuan hidup sesungguhnya, lupa bahwa kita harus jadi "seseorang" nantinya."

"Hidup bukan cinta melulu, bukan berarti cinta tak dibutuhkan dalam hidup, nanti kering pula hati. Namun bercinta bisa ditunda kan? Bukankah meraih cinta ketika kau sudah menyandang gelar yang baik, finansial yang cukup, atau sudah mengukir senyum orang tua itu lebih baik? Itukan yang disebut matang? Setidaknya menjauhkan kehidupan dari kata sengsara lah."

"Kadang mulut ini terlalu berat untuk mengatakannya langsung didepan wajahmu yang terlalu rupawan itu, bibir ini kaku menatap matamu yang hangat, tajam dan menyenangkan itu, sosok yang membuat aku seperti menemukan rumah. Sesungguhnya aku takut melukai hatimu yang rapuh. Aku, ada rasa yang aneh sejak hari itu. Aku, kehilangan satu kepribadianku sejak hari itu. Aku mulai gelisah, aku takut. Aku telah melanggar batas-batas. Aku ingin menghindari, bukan karena kubenci. Aku tau itu kamu, aku ingin tapi aku sadar kita salah waktu."

"Kamu boleh saja menunggu, menetapkan hati, tapi hati juga buatan Tuhan, dibolak balik siapa yang tau, lebih baik kau bebaskan hati, terbang kemana saja kau suka tak apa, toh jodoh pasti bertemu untuk hati yang dipilih, bukan hati yang memilih. Jangan pernah memastikan sesuatu sebelum kau tau apa yang akan terjadi."

"Eh, kita sahabatan aja ya, aku ingin begini bukan berarti aku menolak kamu serta merta, cuma aku terlalu sayang, aku terlalu takut kehilangan kamu, aku terlalu sulit untuk berjauhan denganmu, kamu yang selalu menemani hari-hari. Makanya jangan hadirkan cinta disini, itu hanya akan merusak, uh, kebanyakan mereka hanya diawal yang indah, memulai indah tetapi tak diakhiri dengan indah juga. nanti jadi semakin rusak. Akhirnya nanti jika pisah maka kita akan berjauhan, saling hilang, berusaha lupa, bahkan membenci, akan muncul rasa tak enak, tak nyaman, kebanyakan begitu. Makanya aku takut, sayang. Hanya sebelum terlalu jauh kau jatuh nantinya, akan susah membangunkanmu :( . Hahaha, tak akan pernah ada mantan sahabat, itu yang membahagiakan, bahkan sampai akhir hayat."

Kring..kring..
Alarm malam berbunyi.
Saatnya kau arungi nyenyak tidur malam ini wahai remaja-remaja yang suka mengedepankan galau. Jangan takut kehabisan stok cinta selama reproduksi masih berlangsung. Hahahaha..

Sebelum tidur jangan lupa berdoa, ah ya doaku, aku ingin kembali kecil, biar lucu, biar santai, biar beban hidup belum terlalu berat, biar belum tau apa itu cinta kera. Tapi aku tau, itu  hanya khayal, hari dewasa pasti datang. Cinta kera pasti akan berubah. Namun sebelum masa itu datang, izinkan aku jadi seperti yang ku mau, mengejar kebebasan, melukis senyum di wajah orang tua, menghargai kerja keras mereka menyekolahkan kita agar sukses, mengedepankan visi misi hidup. Cinta kera cuma godaan, sejenis narkoba. Hidup cuma sekali, sekali kau jatuh maka luka tak akan sembuh. Hidup cuma sekali, ketika kau memilih untuk lurus maka jalanmu akan benar.

Sekian saja coretan abstrak malam ini.
Jika mengerti anggukkan kepala, jika tidak diam-diam saja, jika paham maka resapilah.
Dibalik kata-kata tak jelas tersimpan makna, tersampaikan atau tidak, urusan anda.
Terimakasih. :)


3 komentar:

Thanks for your attention to read my blog article.
Please leave your comment here. ^_^