Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2017

Cinta Itu Cinta

Cinta itu indah, 
oleh karena itu banyak lagu dan puisi tercipta karena cinta.

Cinta itu memberi, 
oleh karena itu hanya penerimaan yang dapat memeluknya.

Cinta itu tumbuh, 
oleh karena itu perlu dipupuk dan disirami dengan cerita tentang kita.

Cinta itu abadi, 
oleh karena itu hanya kesetiaan yang akan menjaganya untuk tetap pada pilihannya.

Cinta itu kita yang rasa, 
oleh karena itu rindu dan sayang sudah pasti menjadi bumbunya.

Cinta itu saling, 
oleh karena itu hanya mencintai dan hanya dicintai hanya akan membuatnya berat sebelah.

Cinta itu menginspirasi, 
oleh karena itu tidak dapat ditutup-tutupi.

Cinta itu dalam, 
oleh karena itu seseorang yang mencintai si(apa)pun di dalam hidupnya, ia akan 
memberikan sepenuh hatinya pada apa yang ia cintai tersebut. Karena seperti yang Sapardi Djoko Damono katakana dalam puisinya bahwa,


Mencintai angin harus menjadi siut
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
Mencintaimu harus menjelma aku




-@aznurindah-
14 Januari 2017

Sabtu, 12 April 2014

Pembacaan Puisi ku, "Inilah Hidup"




Puisi telah lama menjadi bagian hidup aku, tapi aku hanya bermain dibalik layar saja, aku hanya seorang penulis puisi, ah aku hanya amatiran, aku hanya mencoba mengungkapkan apa yang kurasa melalui riak kata dalam sebuah puisi, semua kisah hidup yang biasa orang tuliskan dalam buku diary, aku wujudkan dalam bentuk puisi.

Sudah beberapa kali puisiku juga selalu dimuat di koran Pontianak Post.

Hari ini aku tersadar, wujud apresiasi sastra harusnya tak hanya mampu membuat namun juga harus bisa membacakannya untuk publik, apa salahnya kita menghargai puisi ciptaan kita sendiri dengan memberinya sebuah nyawa dengan dibacakan?

Jujur, aku baru belajar membaca puisi, dan semoga teman-teman suka.

Silakan tinggalkan komentar atau kritik yang membangun disini, terimakasih. :)

Selasa, 25 Maret 2014

Menulis Puisi Menghidupkanku Kembali

Yaayy..

Detik ini saya merasa bahwa ada bagian mati, eh tidak, bagian koma pada diri saya yang sudah hidup kembali. Nyawa yang sempat hilang, eh tidak, hanya kabur melayang-layang di samudera kehidupan telah kembali pulang mengisi hari, mewarnai jiwa.

Minggu, 23 Maret 2014.
Harian Pontianak Post, tempatku biasa menyelipkan karya-karya sederhana berupa puisi telah menerbitkan lagi karya-karyaku setelah sekian lama aku vakum mungkin setahunan, dua buah puisi pertama yang ku buat di tahun 2014 dua minggu sebelum puisi itu diterbitkan di koran. Sama sekali tak menyangka, padahal terasa seperti memulai dari awal lagi.

Puisi adalah ekspresi jiwa, ungkapan-ungkapan idiom yang mudah dibaca namun menimbulkan persepsi yang berbeda-beda untuk setiap jiwa yang membacanya. Membuat dari hati akan menyentuh hati yang membacanya. Kini aku kembali.

Puisi yang dimuat sekaligus dua-duanya, bahkan salah satunya di beri background spesial sama koran Pontianak Post-nya, ah bahagianya. :)


"Kisah Kecil dari Hujan & Waktuku untuk Mencinta"

Semoga puisi-puisi lain bisa diterbitkan lagi,
Upahnya memang gak seberapa, tapi siapa yang tidak suka dihargai ?
Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya. :)


Selasa, 07 Januari 2014

Puisi dari Seorang Sahabat

Ada seorang sahabat yang mengirimkanku 3 buah puisi, dia menyuruhku membacanya satu persatu. Aku mengerti maksud puisi yang pertama dan kedua. Dan puisi ketiga ini, katanya sih untukku. Dan yang paling kusuka memang puisi yang terakhir ini, tanpa judul.

Aku sudah minta izin padanya untuk memposting di blog biru ku ini.
Beginilah isi puisi tersebut :

Berbagi cerita dibawah tenda kecil Riuh perbincangan membahan memecah sunyi Gelak tawa semakin bingar ku dengar Dan telingaku semakin pengar Segelas kopi menjadi candu Bertiga berbicara tentang rindu Berkali-kali ku angkat dan ku teguk Rasa kopi ini masih sama Hanya perlahan pahit ini semakin terasa Langit kosong berbicara masa lalu Cahaya bulan ranum mengiringi detik yang berlalu Ada rindu yang terkurung bejana waktu Ada cinta yang tertanam didasar jiwa Terlalu dini untuk menangis Terlalu dini untuk merasakan sedih Berusaha dan berjanji akan lebih baik dikemudian hari Lalu cari dimana dia berdiri menunggu

Made by : FS


Bagaimana menurut kalian tentang puisi ini?
^_^

Senin, 27 Juni 2011

Akhirnya Dimuat Lagi

Satu bulan menunggu,
Setelah puisi "Tersenyumlah" dimuat di koran pada tanggal 22 Mei 2011,
Baru kemarin tanggal 26 Juni 2011, sebuah puisi ku dimuat lagi.
wah, senang banget...!!

Puisi yang dimuat kali ini, aku buat dalam keadaan tanpa emosi,
Hanya rasa kantuk dimalam hari sesaat sebelum tidur yang mengilhami aku buat nulis ni puisi.
Menurut aku puisi ini gak nyambung, tapi kok bisa yang ini ya dimuat? padahal ada banyak puisi yang aku kirimkan dengan tema yang lebih baik lagi, hehe.

Namun, aku bersyukur, karena ternyata nama Nur Indah Permatasari masih kepengen nongol di koran pontianak post itu.
Membuat semangat aku bertambah lagi buat terus menulis puisi. (tapi beberapa hari terakhir ini bener-bener gak mood deh megang pensil dan buku..)


Kangen juga uda lama gak dibuka.
Soalnya beberapa hari ini, aku buka komputer terus,
Habis main komputer, kecapekan, gak sempat nulis deh.
ini lho PC kesayangan aku, yang bikin aku bisa mati kalo gak ketemu dia sehari aja.. (udah terbukti, ditempat nenek di mempawah, tanpa PC, aku seperti orang hilang candu. haha, gawat deh)






Masih berhubungan dengan kesenangan aku karena puisi ada yang dimuat lagi,
Nih, aku kasih liat puisinya sama teman-teman, judulnya "Malam Untuk Bermimpi"
treng treng treng..

                  Malam Untuk Bermimpi

Raja siang mulai kelelahan
Dengan perlahan ia memasuki tidurnya
Ujung langit mulai memudar
Menandakan hari sudah malam
     Ratu malam mulai terjaga
     Ia membangunkan semua anak-anaknya
     Para putri bintang pun bergegas bangun
     Berusaha untuk mengabulkan doa anak manusia
Mereka selalu menyimpan harapan
Disudut hati yang paling terang
Yang pasti selalu diingatnya
Ialah sebuah mimpi
     Didalam mimpi yang indah itu
     Mereka terlelap dengan jauh
     Ditemani seribu bintang kecil
     Yang membangunkan mereka di keesokan hari
Mengejar raja siang untuk memulai mimpi
Menghadap ratu malam meminta pengkabulan
Lewati selalu hari-hari esok
Dengan tidur di malam ini


OLEH : Nur Indah.P

Kamis, 16 Juni 2011

Temukan Bakatmu

Hi, Friends,
Seorang remaja biasanya mulai mencari dimana jati dirinya berada, apa bakat dan kemampuannya, dan apa yang bisa ia lakukan untuk sekitarnya. betul nggak?
Melihat bakat orang lain yang mengagumkan membuat kita juga ingin mencobanya, tetapi itu belum tentu sama dengan apa yang kita miliki. iya kan?
Masing-masing orang diciptakan oleh tuhan beraneka ragam dari postur tubuh dan bentuk wajahnya, tentu saja dengan kemampuan yang juga berlainan dari sisi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Dan inilah sesuatu yang pernah terjadi didiriku.
Aku memiliki teman-teman yang memiliki ekskul terkenal disekolah.
seperti basket, cheerleaders, dance, modelling, paduan suara, taekwondo, dll.
Mereka menekuni itu dan menjadi handal dalam hal itu.
Dalam hatiku, aku juga menginginkan seperti mereka,

Pernah kumencoba ekskul Taekwondo,
aku hanya sanggup bertahan 1 bulan,
dikarenakan aku tak sanggup menahan pegal-pegal di kaki setiap habis latihan.

Setelah itu aku mencoba ekskul Paduan Suara,
Aku hanya sanggup mengikuti 1 kali pertemuan,
dikarenakan suaraku langsung sakit setelah menyanyi 2 jam berturut-turut.

Sejak itu aku jera, lebih baik aku mencoba untuk terus menulis puisi-puisi indahku.
memperbaiki setiap kesalahan dan kata-kata yang kurang benar.
Mengandalkan pikiran otak saja, bukan mengandalkan fisik.
Aku merasa nyaman seperti ini.

Disaat aku memikirkan tentang bakat,
Imajinasi di otakku mengajakku untuk menuliskan suatu puisi,
Berjudul "Inilah Aku".
beginilah isi puisi yang aku buat kemarin pada 15 Juni 2011.

Inilah Aku

Kulihat para gadis berjalan dengan indah
Berlenggak lenggok diatas panggung
Pesonanya begitu mengagumkan
Tapi itu bukan aku

     Memandang para gadis dibalik benda bundar
     Berkejar-kejar ditengah lapangan
     Prestasinya memang membanggakan
     Tapi itu juga bukan diriku

Mendengar suara emas dari gadis lainnya
Membahana menyejukkan jiwa
Mampu menghanyutkan perasaan hati
Tetapi aku tak mampu seperti itu

     Dihadapan kertas dan tinta inilah
     Aku bisa duduk dan berimajinasi
     Menggoreskan bait-bait emas
     Rintisan hati yang paling dalam

Biarkan mereka membaca namaku
Yang tampil melalui karya indah
Hari ini telah aku temukan
Inilah diriku yang sebenarnya

Oleh : Nur Indah Permatasari 


So, Friends,  jadilah seperti aku yang berusaha menemukan dimana bakatku terpendam.
Pesan buat semua teman-teman,
Galilah dimana bakatmu tersimpan, bila kau sudah menemukannya, tekunilah hal itu, Insya Allah, kau akan berhasil.


Salam Hangat,

Rabu, 15 Juni 2011

Teruslah Berimajinasi

Senang!
Bisa punya kemajuan baik dalam berimajinasi.
Kemarin, aku berhasil bikin puisi 2 buah lho..
Padahal biasanya satu hari hanya bisa 1 puisi.. (y)

Pengalaman yang aku punya mengatakan,
bahwa imajinasi yang tiba-tiba terlintas dipikiran tidak boleh ditunda untuk dituliskan.
karena itu bisa membuat pikiran kita buyar.
dan akhirnya jadi bingung sendiri deh mau ngapain.. haha. :-D

Imajinasi itu seperti pelangi, sangat bermacam-macam, bisa datang darimana saja, dan berwarna-warni seperti mimpi didalam tidur.
Kunci yang paling utama adalah konsentrasi ! karena konsentrasi membuat kita fokus dan hanya tertuju pada apa yang terpikir dan tertulis.


Judul puisi yang kemarin aku bikin adalah "Terasa Berbeda" dengan "Haru & Senyuman".
Puisi "Haru dan Senyuman" lagi-lagi berkaitan dengan Liendiani Ikke Pratiwi,
aku benar-benar nggak nyangka, dia sangat menyukai puisi "Tersenyumlah" yang mengakibatkan imajinasi otakku bekerja dan menginspirasi aku untuk bikin puisi itu.

Dia itu sahabat aku dari kecil, aku tau semua tentang dia,
aku juga tahu kalo dia hobi banget bikin cerpen.
tapi sayangnya dia nggak berani buat kirim cerpen-cerpen miliknya ke media cetak manapun.
Susah banget sih bikin dia percaya diri kalo dia itu bisa? hmm.

Tadi sore, dia datang kerumahku dan menunjukkan ke aku cerpen terbarunya,
It's Very Surprised me..
judulnya "Dibalik Kisah Puisi Tersenyumlah"
haha, Beautiful story..

Ok, For All My Friend..
Teruslah Berimajinasi,
Apapun, dimanapun, kapanpun, selama otakmu mampu.
Janganlah menyerah untuk terus berkarya.
SEMANGAT !!!

Senin, 13 Juni 2011

Semangat itu Muncul Lagi

Menulis puisi, sebuah hal yang sangat menarik buatku
Goresan pertama terjadi saat aku kelas 2 SMP, dimana aku mulai mencari jati diri serta bakat ku berada. ku coba segalanya hingga aku temukan bahwa puisi mungkin bisa menjadi bakatku.

Hari-hari berikutnya aku mencoba untuk menuliskan apa yang aku lihat dan aku rasakan, mencoba memadu kata dari kenyataan asli dan sebuah perumpamaan. maka semakin banyaklah karya tulisan yang sudah aku tuangkan dilembaran kertas putih milikku.

Ayah berkata, ia menyuruhku untuk mengirim puisi-puisi itu ke koran Pontianak Post yang setiap hari minggu memuatkan apresiasi dari orang-orang dan yang dimuat akan mendapatkan honor, ya, tidak banyak tetapi cukup untuk menambah semangat. ^_^

Hasilnya, tidak sia-sia, untuk pertama kalinya pada 20 April 2008, puisiku yang berjudul "IBUKU" dimuat dikoran itu. Sungguh senang sekali perasaan ku kala itu.

Setelah itu, tidak ada lagi nama Nur Indah Permatasari yang dimuat dikoran, dimana puisi-puisi ku yang lain? mengapa tidak dimuat lagi? apakah puisi-puisi ku yang lain itu tidak bagus? baik, aku akan bersabar.

Akhirnya, pada 14 September 2008, puisiku dimuat lagi. berjudul "MANUSIA".
dan tak kusangka, pada 12 Oktober 2008, puisiku dimuat untuk yang ketiga kalinya berjudul "LANGIT MALAM".

Namun, entah mengapa, pada hari selanjutnya aku merasa malas untuk kembali menulis dan menulis, aku merasa tidak sempat setiap saat aku ingin menulis.
Aku vakum. Aku meninggalkan kertas dan pensilku selama 2 tahun.

Sekarang aku sudah kelas 1 SMA.
2 Bulan yang lalu, kelasku kedatangan seorang penulis yang mengatakan bahwa ia bisa kaya hanya dengan menulis ( cerpen, puisi, opini, buku, dll ). banyak diantara teman-temanku yang tergiur dengan hasil yang diperoleh dari menulis yaitu uang. namun itu tidak bagiku. hanya sebuah gambaran masa lalu yang terlintas di pikiranku bahwa dulu aku juga senang menulis puisi.

Malamnya, aku mendengar curhat dari seorang temanku bahwa ia bertengkar dengan sahabatnya, membuat ia merasa tidak punya teman lagi, merasa bingung harus bercerita dengan siapa, dan merasa terharu karena aku mau mendengarkan kesedihannya.
Setelah semua ia tuturkan, aku mendapatkan inspirasi puisi yang harus segera aku tuangkan dikertas, jangan sampai ia menghilang. yup..

Tersenyumlah

Kata demi kata ia rangkai
Ia susun dalam kisah sedihnya
Ia siram semua itu dengan air matanya
Kutampung tangisannya dengan mendengarnya

     Paku telah menusuk hatinya
     Menembus semua relung jiwanya
     Hatiku pilu memandang semua itu
     Teman, tak seharusnya ini terjadi padamu

Dimana sahabatmu yang lain?
Mengapa mereka mencampakkan senyumanmu?
Seburuk itukah dirimu di mata mereka?
Apakah benar hanya aku yang tersisa di harimu?

     Jika memang semua itu benar
     Aku akan berjanji untuk hidupmu
     Akan kucari dimana senyumanmu terpendam
     Akan kutemukan dan kuberikan padamu

Setelah kesenangan itu kembali
Berikan aku kecerahan wajahmu
Walau langin gelap tak berbintang
Berjanjilah untuk selalu tersenyum

OLEH : Nur Indah Permatasari


Begitulah isi puisi tersebut, segera aku kirimkan melalui email ke pontianak post bersama puisi-puisi lain yang juga sudah aku tulis sebelumnya, berharap akan dimuat lagi.

Pada 22 Mei 2011, nama Nur Indah Permatasari ada di koran itu dengan puisinya yang berjudul "TERSENYUMLAH".
Terima kasih buat Liendiani Ikke Pratiwi, karena ceritamu, puisiku dimuat.
Lain kali, cerita-cerita lagi ya, berikan aku banyak inspirasi untuk menulis lagi. :-)

Minggu, 12 Juni 2011

Puisi untuk seekor kucing

         Kucing, Felis silvestris catus. merupakan hewan yang sering kita jumpai dimanapun. Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

        Dan pada 1 mei 2011 lalu, diperjalanan pulang ku ke Pontianak dari Mempawah mengunjungi nenekku. aku melihat sebuah kecelakaan naas yang menimpa seekor kucing akibat perkelahian dengan temannya. Saat itu, mobil aku berjalan dibelakang truk besar yang membawa beban berat, kejadian yang begitu cepat tiba-tiba seekor kucing berlari dan masuk kebawah truk itu dan ia dilindas hingga sebagian tubuhnya hancur. kulihat ada seekor kucing lain diseberang jalan yang menatap penuh sesalan hingga menginspirasiku untuk menulis sebuah puisi yang membuat aku beranggapan bahwa aku ini kucing yang menyesal tadi. Beginilah isi puisi tersebut.

Sahabat Kecilku

Tak pernah terbayang sebelumnya
Belum sekalipun gambar itu terlintas
Didalam benak dan pikiran kepalaku
Sungguh tak dapat kupercayai realita itu

     Sore kala itu
     Mataku telah menjadi saksi
     Sebuah kecelakaan naas yang menyakitkan
     Dari seekor teman kecil, sahabatku

Andai saja perkelahian ini tak terjadi
Andai saja perselisihan ini dapat terselesaikan
Tak seharusnya ini membawa kita ke jalan itu
Membawamu ke bawah roda ban truk itu

     Begitu singkat, teramat cepat
     Aku hanya terdiam disudut jalan itu
     Ingin memanggilmu namun terlambat
     Sebagian tubuhmu telah hancur

Masih sempat kau merangkak kearahku
Walau dirimu telah bersimbah darah
Satu kata kau ucap sebelum kau pergi
Maafkan aku sobat
OLEH : Nur Indah.Permatasari